Wednesday, December 7, 2011

Mengapa Harus Bunuh Diri ? (Ini Alasannya) ng boranan


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar satu juta jiwa melakukan aksi bunuh diri pada tahun 2000. Dan rata-rata kematian dengan jalan bunuh diri pada tingkat dunia mencapai 16 kasus tiap 100.000 orang. Ini berarti bahwa tiap 40 detik terjadi satu orang yang meninggal dengan cara bunuh diri (WHO, 2000). Pada tahun 1993, bunuh diri merupakan sebab kematian ke-9, setelah AIDS yang memakan korban 35.000 jiwa, dan sebelum tindak kekerasan (pembunuhan) yang merenggut 25.470 jiwa. Sementara saat ini, bunuh diri menempati peringkat ke-3 dari penyebab kematian di Amerika Serikat. Mengapa orang melakukan aksi bunuh diri? "Karena tekanan hidup atau depresi" , adalah jawaban yang paling cepat dipilih masyarakat. Kita tau belakangan ini banyak aksi bunuh diri di mal mal. Sungguh disayangkan memang, tetapi kita tidak bisa merubah hal yang sudah terjadi. Maka itu baiknya kita mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Quote:
Apa saja penyebab depresi?

Pertama, Kurangnya Rasa Percaya Diri.
Orang-orang yang depresi tidak memiliki rasa percaya diri dan mereka selalu menganggap semua yang terjadi sebagai kegagalan mereka. Bahkan kesalahan sekecil apapun mereka anggap sebagai masalah besar dan mereka hal-hal tersebut menguras perhatian mereka jauh lebih besar dari orang pada umumnya.

Kedua,Lebih memperhatikan kesalahan.
Dalam kehidupan, kita pasti melakukan kesalahan; beberapa orang membuat lebih banyak kesalahan. Orang yang menderita depresi lebih memfokuskan diri pada jumlah kesalahan yang mereka buat. Sebagai hasilnya, mereka menciptakan kesan negatif mengenai kesalahan.

Ketiga[, Merasa Tertekan karena Berbagai Kewajiban Dalam Hidup
Dalam situasi ini, orang-orang selalu berpikir apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak seharusnya mereka lakukan. Hasilnya, di penghujung hari mereka terbebani oleh sejumlah komitmen. Orang-orang dengan pola pikir semacam ini mengkonsentrasikan pikiran mereka pada kepahitan dan frustrasi dan juga mempengaruhi perilaku orang-orang di sekitar mereka.

Keempat, Merasa Lemah.
Permasalahan bagi orang yang mengalami depresi adalah mereka merasa tidak ada satu hal pun yang bisa memuaskan mereka. mereka tidak melakukan hal yang bisa memperbaiki mood mereka. Nasihat yang mereka peroleh dari teman-teman dan keluarga dianggap tidak perlu dan tak berguna. mereka merasa tidak mampu untuk berharap.

Mereka menyadari seperti apa diri mereka tetapi tidak menyukainya. Mereka tidak berharap keadaan akan membaik. Mereka kehilangan harapan. Pada titik ini, depresi merenggut kebahagiaan dan optimisme.
Quote:
Cara mengatasi depresi:

Menerima Diri Anda Sendiri dan Kelemahan Anda
Cintailah diri anda, jangan merasa selalu kurang dan rendah diri. Ingat bahwa diatas langit masih ada langit. Pasti selalu ada yang "lebih" dari kita, tetapi jangan terus selalu melihat keatas. Melihat keatas bagus untuk motivasi, bukan untuk merasa rendah.

Sekali-kali anda harus melihat ke bawah, masih banyak orang yang dibawah anda. Mungkin anda lebih sukses, lebih tampan/cantik. Anda merupakan "langit diatas langit" bagi orang lain. Jadi selalu percaya dirilah! Jika anda tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada anda?

Bercerita dan minta orang lain mendengarkan (bisa ke psikotherapy
jika anda memiliki perasaan tertekan disimpan dihati anda sendiri. Share, berbagi kepada orang yang tepat atau kepada keluarga yang dapat dipercaya. Atau kepada pemukan agama yang anda percaya dan sesuai keyakinan masing-masing, Cara ini sangat membantu anda untuk melepas beban emosi negative yang terus mengganggu anda. Saat anda mengungkapkan perasaan yang mengganggu anda, secara tidak sadar anda juga sedang mengurai energy negative yang terjebak didalam tubuh anda dan secara perlahan membuat diri anda menjadi lebih baik.

Giving / Beramal
anda cukup melakukan amal atau sedekah selama 29 hari. Jadi setiap hari anda memikirkan apa yang akan anda berikan (bukan berupa materi saja, bisa tenaga bahkan perhatian dan senyum). Pikirkan pemberian yang anda juga mau, jadi anda memberikan pada orang lain adalah sesuatu yang terbaik. Tehnik ini juga sangat ampuh untuk mengatasi berbagai kasus Psikosomatis (penyakit karena gangguan emosi).

saat anda melakukan hal ini, konsentrasi anda akan tercurah pada kebaikan untuk orang lain. Dan ini adalah energy positif yang anda ciptakan dan lemparkan untuk orang lain, tau akibatnya? Energy yang sama akan terlempar kepada anda berpuluh-puluh kali lebih kuat. Satu syaratnya berikan dengan niat kebahagiaan bagi si penerima, bukan karena kasihan. Seperti kita member pengemis karena kasihan, maka kita beri uang receh maka energy yang lemah yang kita lepas, sebaiknya berpikirlah serta berprasangkalah bahwa kita member untuk kebaikan dan kebahagian penerima.

Berdoa
Mendekatkan diri pada Tuhan kita. bagaiman cara mengundang kebaikan dalam kehidupan kita? mudah sekali, tentunya ada pintu yang harus dibuka betul? Mengundang berarti mempersilahkan masuk kan? bukalah pintu hati dan kuncinya adalah Ikhlas dan Doa. Ikhlas pun butuh kemampuan dan kekuatan dari Tuhan. Jadi niatkan untuk ikhlas dan berdoalah untuk ikhlas terhadap masalah yang sedang dihadapi.

Proses Doa (Meminta, Meyakini dan Menerima) bukanlah 3 kegiatan terpisah, melainkan kegiatan 3 in 1 pada saat yang sama sekaligus. Dalam kondisi ikhlas dan berdoa secara sungguh-sungguh, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang dan bahagia. Dampaknya adalah imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil dan kapasitas indra meningkat. Sehingga perbaikan dari dalam, mulai ditampilkan keluar. Emosi membaik, maka fisik jadi lebih baik dan bugar.

0 comments:

Post a Comment

 
Powered by Blogger